Mohamad Kusnaeni (BungKus): “Sebelum Meninggal, Saya Ingin Melihat Indonesia Berlaga di Piala Dunia”

SHARE:

Source: Instagram @mohamadkusnaeni Jauh sebelum nama-nama komentator baru yang sering kali muncul dalam dunia sepak bola di tanah ai...

Source: Instagram @mohamadkusnaeni

Jauh sebelum nama-nama komentator baru yang sering kali muncul dalam dunia sepak bola di tanah air, diantaranya seperti Valentino “Jebreeeettt” Simanjuntak, Hadi “Ahhhaaaayy” Gunawan, Binder “Bising” Singh, Tommy “Towel” Welly, Rendra “Rensu” Sudjono, dan masih banyak lagi komentator sepak bola lainnya, ada satu nama yang sosoknya sangat melekat, bahkan melegenda sebagai salah satu komentator yang kita miliki sepanjang masa, sosok ini adalah Mohamad Kusnaeni atau yang lebih terkenal dengan sapaan “BungKus”.

BungKus merupakan wartawan olahraga senior dan komentator sepak bola Indonesia yang sangat kawakan dan cukup fenomenal pada masanya. Beliau sudah memulai karirnya sebagai komentator sepak bola sejak Piala Dunia tahun 1994 yang ditayangkan SCTV. Ia juga merupakan komentator sepak bola diberbagai macam stasiun TV, seperti TPI (Liga Brazil), RCTI (Liga Italia), TV One, dan lain sebagainya.

Bagi kaum milenial zaman now yang merupakan penggemar sepak bola, mungkin kurang begitu familiar dengan sosok beliau, tapi bagi kalian-kalian penggemar sepak bola yang kelahiran tahun 70an hingga tahun 80an tentu sangat kenal baik dengan sosok yang satu ini, karena seringnya muncul di TV yang saat itu belum sebanyak saat ini, terutama untuk pertandingan liga serta partai-partai penting dalam dunia sepak bola.


So, buat kalian kaum milenial yang ngaku-ngaku penggemar berat sepak bola, tapi belum mengenal sosok beliau, sebaiknya stay tuned dan lanjutin baca artikel tentang beliau ini ya, terutama terkait dengan kondisi terkini perkembangan sepak bola ditanah air kita nih gaes!

by SOCCERPEDIA.id
SOCCERPEDIA.id berkesempatan untuk melakukan interview langsung dengan sosok yang melegenda dalam dunia komentator sepak bola ini, di sela-sela kesibukannya saat menghadiri World Football Summit (WFS) Asia, yang berlangsung di Kuala Lumpur, pada tanggal 29-30 April 2019 yang lalu.

Saat ditanyakan terkait dengan perkembangan sepak bola Indonesia terkini, BungKus menyampaikan bahwa: “Indonesia merupakan salah satu negara yang paling sering disebut dalam sesi talkshow dan seminar WFS Asia, dan selalu disebut-sebut dengan narasi yang sangat positif, sehingga memperkuat keyakinan kita semua bahwa sebenarnya kita itu memiliki prospek yang sangat besar karena modal negara kita cukup luas dari segi geografis, segi demografis, dan segi budaya sepak bola. Kondisi ini semua tentunya sangat mendukung untuk menjadikan Indonesia menjadi salah satu kekuatan sepak bola di Asia yang seringkali kita menyebutnya dengan istilah Macan Asia”.

“Persoalannya adalah bagaimana kita bisa memanfaatkan semua potensi yang sebenarnya sudah cukup lama kita miliki ini. Selama ini sepertinya kita gagal untuk memanfaatkan kesemuanya itu sebagai senjata untuk maju, jadi saya pikir orang Indonesia, terutama para tokoh-tokoh sepak bola kita harus mau belajar terus menerus dan jangan cepat bosan, karena event seperti WFS Asia ini sangat bagus untuk belajar. Saya sendiri, meskipun sudah beberapa kali ikut kegiatan semacam ini, selalu saja senang untuk datang lagi, karena ingin belajar tentang hal-hal yang baru yang setiap saat pasti mengalami update perkembangan secara luar biasa. Bahkan, kemarin saya sempat ngobrol soal teknologi terkait pengelolaan lapangan dari sisi rumputnya, saya beranggapan kok gak ada ya orang Indonesia atau klub yang datang untuk belajar bagaimana mengelola rumput? bagaimana memanfaatkan metodologi pelatihan ekkono method di Paris Saint Germain (PSG)? Hal ini justru membuat saya bertanya-tanya, kok malah klub-klub besar yang justru mau belajar, sementara klub Indonesia kok gak mengirimkan perwakilannya untuk belajar, malah orang-orang seperti kita ini yang mau datang untuk belajar dari mereka”. Ujarnya melengkapi.

Menanggapi soal kendala klasik sulitnya perkembangan sepak bola di Indonesia, BungKus yang masih aktif mengurusi Liga Pelajar U-16 se-Indonesia ini, berpendapat bahwa: “Segala sesuatu itu harus berawal dari pondasi, kelemahan kita adalah pada aspek yang sangat fundamental atau mendasar, yaitu terkait dengan pembinaan usia muda (grass root) dan kompetisinya. Kita semua disini sudah mendengar bagaimana pentingnya grass root dan bagaimana pentingnya kompetisi. Saya akui saat ini PSSI sudah mulai melakukan pembenahan, tapi baru beberapa tahun kebelakang saja, artinya kita butuh waktu lebih lama untuk establish. Sebagai contoh, lihat saja Barcelona yang tidak pernah berhenti melahirkan para pemain hebat, karena basic-nya sudah sangat kuat sekali, tim-tim di Inggris, di Italia, kenapa terus melahirkan pemain top? Karena kompetisinya dimulai dari yang paling senior hingga masuk ke level grass root sejak usia 10-11 tahun, dan hal itu tidak berhenti, berjenjang dan tidak pernah putus, jadi saat pemain mulai memasuki usia dewasa, mereka sudah melalui tahapan yang sangat berat dikelompok usianya. Jadi menurut saya grass root dan kompetisi merupakan dua hal yang tidak bisa terpisahkan dalam pembinaan sepak bola, keduanya harus terus berjalan dan hidup berdampingan”.

Soal fans atau supporterBungKus ikut berkomentar: “Dalam sepak bola, aspek bisnis merupakan bagian yang cukup penting, dimana justru basisnya adalah fans atau supporter, karena merekalah yang menentukan hidup dan matinya sebuah klub sepak bola. Indonesia sendiri agak kurang perhatian dengan pembinaan fans, bagaimana meng-encourage mereka agar lebih maju dan mau belajar. Saya malah menangkap kesan bahwa seolah-olah fans ini dibiarkan dewasa sendiri oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), dan kalaupun mereka punya masalah tetap dibiarkan juga, contohnya saat terjadinya rivalitas antar supporter hingga terjadi pertumpahan darah yang jika dinegara luar bahkan merupakan warning keras dan bisa menghentikan seluruh kegiatan kompetisi, sementara kalau di kita seperti business as usual saja. Kita lihat bagaimana sampai ada supporter yang meninggal dunia, dan itu tidak pernah berhenti selama belasan tahun, semakin lama semakin membahayakan, semakin mengecewakan publik, sementara itu PSSI tidak memiliki langkah-langkah yang konkrit, bahkan pemerintah yang semestinya bisa bertindak juga tidak melakukan apa-apa untuk mengatasi hal tersebut, seperti kita lihat bagaimana saat pemerintah Inggris bergerak mengambil tindakan dan membuat aturan tegas untuk mengatasi masalah konflik fans Inggris yang terkenal dengan sebutan hooligans. Keterlibatan negara dalam hal ini menjadi sangat penting, misalnya dengan mengatur kemananan stadion, keamanan supporter, jadi akhirnya konsep penyelesaiannya bisa lebih menyeluruh”.

Sementara itu menanggapi semakin tingginya minat klub-klub Eropa terhadap market sepak bola di Indonesia, dan anggapan miring bahwa Indonesia hanya dimanfaatkan saja dari sisi bisnis oleh klub-klub di Eropa, BungKus menyikapi hal tersebut sebagai sebuah hal yang sangat wajar, namun ia mengutarakan bahwa: “Sebenarnya kita juga harus paham, bahwa pemain-pemain kita pada dasarnya masih belum kokoh, karena sistem pembinaan kita saat ini yang masih kurang tepat, sehingga saat mereka dibawa ke Eropa, masih banyak menerima kritikan dari sisi teknis, belum lagi soal mentalitasnya, karena untuk menjadi pemain professional di Eropa tidaklah mudah, bahkan akademi klub seperti BarcelonaEspanyol, dan Atletico Madrid mengajarkan bukan hanya soal skill secara teknis, tapi lebih kepada sikap mental, disiplin serta karakternya, sementara itu para pemain kita sebagian besar tidak mendapatkan itu semua di klub yang membinanya. Di Sekolah Sepak Bola (SSB) kita, saat ini lebih banyak mengajarkan aspek skill dan teknisnya, padahal dominasi soal karakter dan mentalitas tersebutlah yang pada akhirnya membuat mereka belum siap untuk bersaing di benua Eropa”.


“Tapi menurut hemat saya itu bukanlah masalah, karena itu semua merupakan proses belajar bagi para pemain kita untuk terus melakukan introspeksi secara berkelanjutan. Faktanya saat bertanding di usia muda kita mampu bersaing kok, bersaing dengan Asia, Eropa, dan Afrika. Itu semua sudah terbukti saat bertanding diberbagai turnamen internasional, artinya secara teknis mainnya sudah ok. Sementara kalau klub-klub di Eropa tidak melihat mereka sebagai tim, mereka lebih melihat sebagai individu-individu masa depan, yang tidak hanya harus bisa bermain bola secara teknis, tapi dinilai juga kepribadiannya, mentalitasnya, fisiknya, bahkan mereka sudah bisa melihat kondisi tulangnya akan seperti apa, rawan cedera atau tidak? Sementara kita masih belum sampai sejauh itu, makanya jika hingga saat ini belum bisa sukses di Eropa tidak masalah, yang penting kita bisa belajar dan semangat terus untuk mencoba, karena sekali lagi kita sudah ketinggalan jauh, kalau kita tidak melakukan hal yang sangat mendasar yaitu membenahi pondasinya, kita tidak mungkin bisa mengejar ketertinggalan tersebut. Sepak bola merupakan sebuah proses dan bukan seperti membalikkan telapak tangan dengan mudahnya, jadi kalau kita tidak tekun menjalani prosesnya, tidak akan pernah bisa mengejarnya”, tambah BungKus.

Source: Instagram @mohamadkusnaeni
BungKus yang saat ini juga aktif sebagai salah satu pengurus di Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) yang merupakan badan pemerintah dibawah Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) yang berwenang melakukan pembinaan, pengembangan, pengawasan dan pengendalian terhadap setiap kegiatan olahraga professional Indonesia, turut menyampaikan pendapatnya terkait peran pemerintah untuk pembinaan usia muda (talent squad) dalam sepak bola. Ia mengatakan bahwa: “Pembinaan usia muda (talent squad) belum bisa secara utuh dijangkau oleh federasi dan ini harus diakui, karena investasinya cukup besar, sementara federasi belum punya anggaran yang besar, misalnya dari kelebihan anggaran kompetisi professional untuk investasi di usia muda”.

Ia melanjutkan: “Oleh karena itu, sebenarnya federasi harus berlapang dada dan membuka ruang untuk partisipasi, bukannya melulu hanya dari pihak pemerintah, tapi juga dari pihak orangtua, pihak swasta, dan para stakeholders lainnya yang peduli dengan perkembangan sepak bola di Indonesia, karena faktanya sampai kapanpun federasi kita tidak akan pernah mampu menjangkaunya, mengingat besarnya jumlah pembinaan sepak bola kita di usia muda. Indonesia itu jauh lebih luas dari Inggris, Italia, Jerman bahkan mungkin hampir menyamai Amerika. Jadi, harus dikeroyok dan disanalah fungsi PSSI dan pemerintah berbagi peran. Saat ini pemerintah fokus dipembinaan usia muda pada usia genap, sementara PSSI pembinaan usia ganjil, tapi faktanya saya lihat PSSI sudah mulai masuk pembinaan pada liga-1 elit usia genap juga, kedepan jangan sampai terjadi benturan karena liga-1 elit itu hanya 18 klub saja yang terlibat, atau kurang lebih sekitar 360 orang pemain sepak bola, sementara itu berdasarkan pengamatan saya jumlah pemain sepak bola kategori U-16 se-Indonesia, pemainnya mencapai lebih dari 3 juta orang, lalu bagaimana nasib para pemain berbakat lainnya jika hanya terserap sekitar 360 orang saja? Jadi jangan berpikir bahwa dengan menggelar liga elit U-16, U18 dan U20, PSSI sudah menyelesaikan masalah dalam pembinaan usia muda, itu salah besar, karena ada jutaan anak-anak yang belum terjangkau dan mereka harus diberi ruang, kalau PSSI tidak memiliki kemampuan untuk menjangkau mereka karena keterbatasan daya jangkau, maka yang paling kuat daya jangkaunya adalah harus pemerintah, jadi dalam kondisi seperti ini jangan abaikan peran pemerintah”.

Menanggapi masih terjadinya kisruh di PSSI, BungKus yang merupakan fans klub Persipasi Kota Bekasi ini menambahkan, “Yang paling penting adalah PSSI harus menyadari dulu bahwa mereka ada masalah, dengan adanya satgas anti-mafia sepak bola sebenarnya sudah menunjukkan bahwa masalah itu real dan nyata, bahkan seperti kita ketahui bersama bahwa sekarang kasusnya sudah sampai kemeja hijau, sudah diserahkan ke kejaksaan dan tinggal menunggu persidangan saja. Jadi gak perlu lagi denial, gak perlu lagi membantah, tinggal hadapi dan selesaikan. Dulu kan PSSI selalu saja membantah tidak pernah ada masalah, apalagi pengaturan skor, tapi sekarangkan sudah benar-benar terbukti, walaupun belum ada yang divonis, tapi faktanya memang ada persoalan tersebut, tinggal akui saja, terima kenyataan dan cari solusinya”.

Harapan mulia dan cukup menyentuh dari sosok BungKus yang telah mengabdikan hampir seluruh karirnya dalam dunia sepak bola Indonesia ini adalah: “Sebelum meninggal, saya ingin menonton Indonesia main di Piala Dunia, dan jika hal ini mau terwujud, kita harus membenahi dulu pondasinya, jika itu sudah dibenahi Insya Allah sebelum meninggal bisa terwujud harapan saya dan kita semua bisa menyaksikan Indonesia berlaga di Piala Dunia, dan saya cukup sabar untuk menunggu hal itu!” Ujarnya, mengakhir interview bersama SOCCERPEDIA.id.

Cita-cita yang sangat mulia nih! Semoga bisa segera terwujud ya Gaes? Dan tentunya kita semua bisa benar-benar menyaksikan secara langsung Timnas Indonesia, kebanggaan kita semua berlaga pada pentas Piala Dunia. BungKus memang pencinta sejati sepak bola ya, gimana kalau kalian, Gaes???...... (Author: Yul)


SOCCERPEDIA.id - all things about soccer
(kanal berita kekinian dengan sudut pandang jaman now)




COMMENTS

Nama

1st Anniversary,1,2019 - Rick's Sayati Cup VI,11,2019 - Suratin Cup U17,2,2019 Global Yanggu Asian Youth Soccer Club Invitation Competition,6,2019 Youth Soccer Club Invitation Competition,2,2019 Youth Soccer Club Invitation Competition @Korea Selatan,1,2020 - BJB Jatinangor Piala Liga Anak Bandung,3,2020 - Haisi Youth Football Classic (China),3,2020 - Palembang Community League (PCL),5,2020 - Piala Kemerdekaan U14,6,2020 - Samarinda Premier League,5,2020 - WFS Africa (Durban),4,2020 - WFStartCup by GSIC,1,2020-Launching Jersey,1,2020-WFS Live Powered by R9,5,a,1,AD Alcorcon,1,Adhytra Cipta Rahmadhana,1,Adidas,1,Aditya Adandi,1,AFC,2,AFC-U23,3,AFF Championship U18,1,AFF CUP U15,2,AIA Elite Football,2,AIA100talents,1,Ajang Trofeo WYU,1,Akademi PERSIB U-11,1,Akademi Sepak Bola Asiop,1,Ali Bagus,1,All Star PCL,1,All Things About Soccer,2,Allianz Explore Camp 2019,1,AllianzExplorerCamp2019,4,AllianzInsurance,1,Amerika Serikat,1,Andik Vermansah,1,Angkasa Pura II Fun Football,1,Arema,1,Arema FC,2,Arete Sepak Bola,1,Argentina,1,Armony,1,Armony Limited,1,Armony Sports,2,Arsenal FC,1,AS Roma,1,Asep Nugraha,3,Ash Hashim,1,Asia Football School,2,ASIOP Football Academy,1,Askot Jaksel (Liga Selatan),3,Askot Jaksel (Liga Selatan) U-18,2,Ataque Elite Esports Squad (AEES),1,Ataque Soccer School,11,Audisi Sepak Bola,1,Australia,1,Ayo Indonesia,4,Bacalon Pengurus PSSI 2019-2023,1,Baku Olympic Stadium,1,Bali United,2,Bambang Pamungkas,1,Bandung Genetic Football,1,Bandung Premier League,12,Bandung Premier League - Liga 2,8,Bandung Premier League - Season 4,3,Bandung Premier League - U16,2,Bandung Premier League - X17FC,5,Bandung Premier League Game Week 3,1,Bandung United,1,Bank BJB,1,Banten Football League (BFL),4,Barca Wonder Kid (Takefusa Kubo),1,Barito FC,5,Batalyon Arhanud 1 (BSD),1,Batavia Youth League,3,Bayern Munchen,1,Bayu Saptaji,1,BDG Genetic Football,1,Bedebah FC,1,Best Player of The Year EUFA - Virgil,1,Bhayangkara SFC,2,Blackburn Rovers,1,Bogor Champioj League,1,BPIP,1,Brawlers Apparel,3,Brawlers Boy FC,9,Brazil,1,Bromolathi (Pusat Studi Sepak Bola Nusantara),1,BungKus,1,BungKus-Mohamad Kusnaeni,1,BWS FC,1,Champion League,3,Champion Women's World Cup 2019,1,Charlie Crawford,1,Chelsea,2,Chelsea FC,5,Chiliz - FC Barcelona,2,Christiano Ronaldo,1,CISS-Soccerskill,4,Citra Raya Soccer Camp16,2,Closing Cereminy Liga Lapangbola,1,Club Barcelona,1,Coach Adi Suryadi,1,Coach Christian "Nacho" Pradipta,2,Coach Indra Safri,1,Coaches Across Continents (CAC),1,Coaching Clinic,2,Coaching Clinic EDF LaLiga Academy,1,Coaching Clinic Ucam-Ataque,1,Concave,1,Copa America,2,Copa Amerika,1,Copa Lapangbola,1,Copa Selatan,1,Coppa Bandung Family Football,4,CR7 vs Messi,1,Cristiano Ronaldo,1,Crystal Palace,1,DCT-Indonesia (Kejurnas Sepak Bola) U-11,2,DCT-International Youth Football Tournament China,7,Diaspora Tangerang Selatan,1,Dimas Drajat,1,Doni Setiabudi,1,Duniapedia,38,E. Wiwi Martawijaya,1,Eden Hazard,2,EDF LaLiga,2,Eintracht Frankfurt,1,English Duniapedia,1,English Premier League,5,Englishpedia,26,Erga Omnes FC,1,Esti Puji Lestari,2,EUFA Champion League,1,EUFA Europa League,1,EUFA Nation League,1,Ex. Daras FC,2,Expose Football Club,8,Famili Cup 5,1,Famili Cup U-20,3,Fans,1,FC Barcelona ($BAR) Fan Token,2,Febri Wardana,1,Festival Nasional ASSBI (U14),1,FIFA,2,FIFA World Cup U20 - Indonesia,2,Final,1,Final EUFA Europa League,1,Final Liga Ayo,1,Final Liga Ayo Bali 2019,1,Final Liga Ayo Tangerang,2,Final Nasional DCT Cup 2020,1,Final Nasional DCT-Indonesia U-11,1,Final Piala Presiden 2019,1,Firman Utina 15 Football Academy,1,Football For Peace,4,Football Industry,6,Football Opportunity,1,Football Summit Asia 2019,1,Football Technology,1,Forward Sports Events,1,Fourfeo Patriot,1,Free Trial,1,Friendly Match,6,Friendly Match Trofeo Kemerdekaan,1,Fun Football & Training,1,Futbol Clinic,2,Futbolita.com,1,Futsal,1,Gagak Muda,1,Galados ITB,1,Garuda Muda,2,Garuda Soccer school,1,Garut Community Football League (GCFL) 2019/ 2020,1,Gathering 2019 - UCAM Indonesia Football Academy,1,GBK,1,Gianni Infantino,1,Go Public,1,Golazo League Championship 2019,1,GOR Sunter,1,Gothia Cup 2019,2,Gothia Cup China,3,GP Anshor,1,Grand Final Pertamax Liga Ayo,2,Grass Root,1,Grassroot Level,1,Grassroot Level Competition,2,Haisi Youth Football Classical,1,Harry Widjaja,1,Honey Thaljieh,1,HUT RI 74 - Merdeka Cup 2019 7s,3,HUT RI 74 - Sepak Bola Merah Putih,1,HUT RI Ke-74,1,IDCT Cup 2020,1,Ikatan Alumni Teknik Unhas,1,Independen FC,1,Indonesia,2,Indonesia Junior League (IJL),11,Indonesia VS Malaysia,1,Indonesiapedia,101,International,9,International Champions Cup (ICC),1,International Friendly Match,1,Introduction,1,Javier Tebas,1,JCC E-Sports,1,JCICB. Copa Lapangbola,1,Jerman,1,Jordan,1,Joseph Ferguson Simatupang,1,Jugador CF,1,Junior Berbakat,1,Junior Soccer Player,3,Jurgen Kloop,1,Kalibata FC,1,Kanal Berita,1,Kang Jalu,1,Kejora International Challenge 2020,1,Kekinian,1,KJRI RI Guangzhou,1,Klubpedia,88,Komentator Sepak Bola,1,Kongres PSSI,2,Kuala Lumpur,3,Kuala Lumpur Cup,2,La Liga,3,La Liga Legends,1,Laga Ujicoba Sriwijaya FC,3,LaLiga,1,Lapangbola.com,3,Laskar Barubeuanang,1,Launcing Jersey,1,Liciouz FC,1,Liga 1,2,Liga 1 Shopee,1,Liga Amatir,1,Liga Anak Bandung,2,Liga Askot Jaksel (Liga Selatan),2,Liga Ayo,4,Liga Ayo 2019,3,Liga ayo Bali,1,Liga Ayo Jakarta,4,Liga Bandung Famili Football (LBFF),10,Liga Bandung Famili Football (LBFF) - Season 2,1,Liga Champion,1,Liga Darma Kuningan,3,Liga Desa Nusantara 2019,1,Liga Lapangbola,18,Liga Lapangbola Season 2,12,Liga Lapangbolaa,1,Liga Selatan U-13 (Divisi II),1,Liga TopSkor,1,Ligapedia,111,Lionel Messi,2,Lionel Scaloni,1,Liverpool,6,Lutfi Zulkifli,1,Lyon,1,Madura United FC,1,Malaysia,3,Manajemen Kompetisi (MK),1,Manchester City,1,Martin Gaston Demichelis,1,Mayang Putra,2,Mbappe,1,Medan Premier League,4,Mega Kuningan FC,1,Merdeka Cup 2019 7s,1,Mohamad Kusnaeni,2,MOU PP Muhammadiyah dan Uni Papua FC,1,MoU UCAM Indonesia Football Academy - Santomera C. F.,1,Muhammadiyah,1,National,7,New Stadium,1,News,1,North Blue FC,1,Opening Ceremony,2,Padang,1,Padang Development Cup,6,Padang Development League (PDL),1,Padang Tourism Cup,1,Palembang Community League (PCL),1,Partnership,1,Pembinaan Usia Dini,1,Persebaya,2,Persija Barat FC,4,Persija FC,1,Persija Glory 2001,2,Persija Jakarta,1,Persijap Jepara,2,Pertamax Liga Ayo Jakarta,2,Pertamax Liga Ayo Mini Football Tangerang 2019,1,Piala Bupati Lampung Selatan,2,Piala Indonesia 2019,1,Piala Presiden,2,Piala Presiden 2019,1,Portugal,1,Prelaunch,1,Profilpedia,21,PS Barito Putera,1,PSAD Brawijaya,1,PSMS Medan U-14,2,PSPG,1,PSS Sleman,1,PSSI,2,Rahmatullah,1,Real Madrid,2,Referee,1,Rezza M. Lubis,2,Rizal Moniegan,1,RMC Salawasna FC,2,Roma Club Indonesia (RCI) Bogor,2,Ronaldo,1,Royal City FC,1,Rudy Eka Priyambada,1,Safin Pati Football Academy (SPFA),1,Said Kosim,1,Saiful Arifin,1,Saint Prima,1,Segunda Division,1,Sekolah Sepak Bola,2,Seleksi U14,1,Seleksi U16,1,Sepak Bola,1,Sepak Bola Amatir,27,Sepak Bola Pancasila,1,Sepak Bola Profesional,1,Sepak Bola Wanita,1,Sepakbola Amatir,6,Shin Tae-yong,1,Singapura,1,Soccer Player,4,Soccerpedia,16,SOCCERPEDIA.store,1,Socios.com,2,Sompo,1,Sompo Women's Football Coaching Clinic,1,Sport Tourism,1,Sriwijaya FC,1,SSB Angkasa Husein Bandung,3,SSB Rick's Sayati,4,SSB Undip,1,SSB World Young United,1,Stadion Kanjuruhan Malang,1,Subur FC,2,Talent Squad,1,Tangerang Premier League (TPL),1,Taufik Jursal Effendi,3,Thailand,1,Tim Pelajar U16 Indonesia,1,Timnas Argentina,1,Timnas Brunei,1,Timnas Indonesia,3,Timnas Indonesia U15,2,Timnas Indonesia U18,1,Timnas Pelajar Indonesia,7,Timnas U16,1,Torneo Kemerdekaan,1,Tottenham Hotspour,2,Tottenham Hotspur,4,Transfer,1,Transfer Pemain,2,Transfer Window,1,Triyanta,1,Trofeo Cup Duduluran,1,Trofeo Cup Galapuri,1,Trofeo Cup Jakarta,1,Trofeo IJL,1,Trofeo RMC,1,Try Joko Susilo,1,U-12,1,U12,1,UCAM Futbol Clinic,3,UCAM Indonesia Football Academy,26,UCAM Indonesia Football Academy U-12,5,UCAM Indonesia Football Academy U-18,1,UEFA Europa League,2,Unge,1,Uni Papua,1,Uni Papua FC,9,USA,1,Vamos Indonesia,1,Vanuatu,1,Venezuela,1,Vietnam,1,Wanacala FC,1,Washiyatul Akmal,1,Wasit,1,Welcome FC,2,WFS Asia,8,WFS Live Powered by R9,1,WFStartCup,2,Where The Football Industries Meets,4,White Heart lane,1,Woman in Football Industry,1,Women Football Network,1,Women's World Cup 2019,2,World Cup 2022 Qatar,1,World Cup 2034,1,World Football Summit,7,World Football Summit Asia 2019,5,World Young United (WYU),11,www.asiaunitedfc.com,1,X17 FC,7,X17FC,3,Young Warrior,1,Zaman Now,1,Zidane,1,
ltr
item
SOCCERPEDIA.id: Mohamad Kusnaeni (BungKus): “Sebelum Meninggal, Saya Ingin Melihat Indonesia Berlaga di Piala Dunia”
Mohamad Kusnaeni (BungKus): “Sebelum Meninggal, Saya Ingin Melihat Indonesia Berlaga di Piala Dunia”
https://3.bp.blogspot.com/-_OhQM_Nry3k/XN6awPp4HiI/AAAAAAAAASI/8qz82MScwzwPN-3YMkWbFzh6awUHTbyCQCLcBGAs/s400/Screenshot_20190517-181714_Gallery.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-_OhQM_Nry3k/XN6awPp4HiI/AAAAAAAAASI/8qz82MScwzwPN-3YMkWbFzh6awUHTbyCQCLcBGAs/s72-c/Screenshot_20190517-181714_Gallery.jpg
SOCCERPEDIA.id
https://www.soccerpedia.id/2019/05/mohamad-kusnaeni-bungkus-sebelum.html
https://www.soccerpedia.id/
https://www.soccerpedia.id/
https://www.soccerpedia.id/2019/05/mohamad-kusnaeni-bungkus-sebelum.html
true
7491843711879331828
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy